Kamis, 01 Mei 2014

Kaulah Pemeran Utama

Matahari begitu mudah digantikan oleh bulan, begitupun juga bulan kadang mengkhianati mentari pagi ketika waktu harus berganti menjadi siang. Aku adalah seorang wanita yang sangat lemah , bahkan rapuh ketika mendengar sebuah kata yang sering di ucapkan oleh semua manusia , cinta. Yah , kadang cinta membuatku begitu rapuh tatkala mengingat orang yang aku cintai lebih memilih bahagia bersama yang lain. Entah mungkin dia tidak pernah sadar bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang bisa mencintai dia dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya. Mungkin dia bisa mendapatkan seorang wanita yang berkali-kali lebih indah di pandang mata. Tapi dia tidak akan pernah bisa menemukan wanita yang mampu menerimanya dengan beribu-ribu kekurangan yang ada pada dirinya. Aku mungkin bukanlah seorang wanita yang sempurna sehingga harus berkata seperti itu . tapi entahlah ini hanya sebuah naluriku yang mungkin suatu saat akan disesali oleh lelaki yang sangat aku cintai. Kadang air mata jatuh begitu saja mengingat hatiku yang begitu rela kau hancurkan tanpa henti, tanpa sadar kau koyakkan seluruh isi dari hati ini. Mungkin kau tidak akan pernah menemukan wanita yang begitu tegar seperti diriku, kau mungkin tidak akan menemukan seorang wanita yang kuat karena senyumanmu. Kau mungkin bisa bersenang-senang dengan yang lain , tapi kau tidak bisa pungkiri bahwa yang mampu berada di atas segala-galanya untukmu adalah aku.
Sadarkah kau bahwa kau yang telah menghancur kan hati ini? Hingga tiada lagi tempat untuk yang lain? Haruskah aku setia untuk dirimu yang tidak pernah mengerti akan diriku? Sadarkah kau atas apa yang kau lakukan?, Aku tau kalau kamu mengetahui perasaanku ini? Lantas mengapa kau tak memberi jawaban atas perhatianku? Apakah kau tidak menghargai?. Ataukah kau hanya tidak ingin melukai atas apa yang kulakukan?. Dengarlah, aku mungkin tidak akan mendapatkan yang seperti dirimu jika takdirku bukan untukmu, tapi apakah kau akan yang seperti diriku jika takdirmu adalah untukku? Mungkin kau hanya akan menghabiskan waktumu dengan penyesalan kesia-siaan mu terhadap diriku. Aku memang bukanlah wanita yang sempurna, yang bisa memecahkan batu dengan tanganku sendiri , tapi aku adalah wanita yang sempurna jika berdampingan denganmu.

Mungkin aku salah jika harus menuntut untuk sebuah rasa seperti ini kepadamu. Tapi aku tidak pernah salah karena kau mengetahui segala rasa yang kupunya untukkmu.  harusnya kau sadar disetiap cerita yang ku tulis dirimulah selalu yang menjadi pemeran utamanya, dalam do’aku, dalam perbincanganku kepada Tuhan, bahkan perbincanganku dengan ibuku kau tetap menjadi pemeran utamanya. Mungkin kau tidak seperti matahari yang mudah begitu saja digantikan oleh bulan ketika tiba waktunya, mungkin juga kau tidak seperti siang yang digantikan oleh sore. Kau adalah bintang yang cahaya dan indahnya selalu kubutuhkan saat malam dan selalu kurindukan bila matahari telah datang. Mungkin kaulah pemeran utama dalam hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar