Matahari begitu mudah
digantikan oleh bulan, begitupun juga bulan kadang mengkhianati mentari pagi
ketika waktu harus berganti menjadi siang. Aku adalah seorang wanita yang
sangat lemah , bahkan rapuh ketika mendengar sebuah kata yang sering di ucapkan
oleh semua manusia , cinta. Yah , kadang cinta membuatku begitu rapuh tatkala
mengingat orang yang aku cintai lebih memilih bahagia bersama yang lain. Entah mungkin
dia tidak pernah sadar bahwa aku adalah satu-satunya wanita yang bisa mencintai
dia dengan segala kekurangan yang ada pada dirinya. Mungkin dia bisa
mendapatkan seorang wanita yang berkali-kali lebih indah di pandang mata. Tapi dia
tidak akan pernah bisa menemukan wanita yang mampu menerimanya dengan
beribu-ribu kekurangan yang ada pada dirinya. Aku mungkin bukanlah seorang
wanita yang sempurna sehingga harus berkata seperti itu . tapi entahlah ini
hanya sebuah naluriku yang mungkin suatu saat akan disesali oleh lelaki yang
sangat aku cintai. Kadang air mata jatuh begitu saja mengingat hatiku yang
begitu rela kau hancurkan tanpa henti, tanpa sadar kau koyakkan seluruh isi
dari hati ini. Mungkin kau tidak akan pernah menemukan wanita yang begitu tegar
seperti diriku, kau mungkin tidak akan menemukan seorang wanita yang kuat
karena senyumanmu. Kau mungkin bisa bersenang-senang dengan yang lain , tapi
kau tidak bisa pungkiri bahwa yang mampu berada di atas segala-galanya untukmu
adalah aku.
Sadarkah kau bahwa kau yang
telah menghancur kan hati ini? Hingga tiada lagi tempat untuk yang lain? Haruskah
aku setia untuk dirimu yang tidak pernah mengerti akan diriku? Sadarkah kau
atas apa yang kau lakukan?, Aku tau kalau kamu mengetahui perasaanku ini? Lantas
mengapa kau tak memberi jawaban atas perhatianku? Apakah kau tidak menghargai?.
Ataukah kau hanya tidak ingin melukai atas apa yang kulakukan?. Dengarlah, aku
mungkin tidak akan mendapatkan yang seperti dirimu jika takdirku bukan untukmu,
tapi apakah kau akan yang seperti diriku jika takdirmu adalah untukku? Mungkin kau
hanya akan menghabiskan waktumu dengan penyesalan kesia-siaan mu terhadap
diriku. Aku memang bukanlah wanita yang sempurna, yang bisa memecahkan batu
dengan tanganku sendiri , tapi aku adalah wanita yang sempurna jika
berdampingan denganmu.
Mungkin aku salah jika harus
menuntut untuk sebuah rasa seperti ini kepadamu. Tapi aku tidak pernah salah
karena kau mengetahui segala rasa yang kupunya untukkmu. harusnya kau sadar disetiap cerita yang ku
tulis dirimulah selalu yang menjadi pemeran utamanya, dalam do’aku, dalam
perbincanganku kepada Tuhan, bahkan perbincanganku dengan ibuku kau tetap
menjadi pemeran utamanya. Mungkin kau tidak seperti matahari yang mudah begitu
saja digantikan oleh bulan ketika tiba waktunya, mungkin juga kau tidak seperti
siang yang digantikan oleh sore. Kau adalah bintang yang cahaya dan indahnya
selalu kubutuhkan saat malam dan selalu kurindukan bila matahari telah datang. Mungkin
kaulah pemeran utama dalam hidupku.